Tidak ada orang tua yang sempurna!

Seandainya pun kita bisa menemukan orang tua yang sempurna dalam mendidik dan membesarkan anak, tapi tidak ada lingkungan yang sempurna!

Seorang murid di sekolah kami yang baru berusia 8 tahun tiba-tiba harus kehilangan ayahnya. Setiap hari, ayahnya akan menelpon saat rehat untuk mengobrol dengan anaknya ini. Tidak ada yang menyangka, bahwa hari itu adalah deringan telpon dan percakapan terakhir mereka.

Apa pengaruh hubungan parent-child yang terganggu ini bagi perkembangan seorang anak?

Attachment Theory yang diperkenalkan oleh John Bowlby mungkin bisa menjelaskan. Teori ini banyak dipakai orang untuk mengerti tentang pola relationship. Dengan mengerti tentang pola Attachment yang terjadi pada masa kecil seseorang, maka kita bisa memprediksi bagaimana interaksi sosial emosionalnya.

Bowlby membagi 2 pola Attachment yaitu : Secure dan Insecure. Seseorang yang memiliki Secure Attachment tidak akan kesulitan menjalin hubungan yang intim dengan orang yang dikasihinya. Ia juga secara sosial tidak menimbulkan banyak konflik dan masalah dengan orang-orang disekitarnya.

Sebaliknya mereka dengan pola Insecure Attachment -yang dibagi menjadi tiga bagian (anxious, avoidant, disorganized)- akan mengalami roller coaster dalam menjalin hubungan dengan siapapun terutama dengan pasangannya.

Ini terjadi ketika mereka dewasa. Namun, bagaimana mengenali anak-anak yang punya masalah dengan Attachment ini? Mereka yang memiliki Insecure Attachment selama masa kecil dan remaja dikenal sebagai seorang anak yang “sulit” dihadapi.

Sebagai educator, kita paham bahwa semua anak punya personality yang berbeda-beda. Perlu pengalaman bagi seorang educator untuk mengenali apakah seorang anak yang “sulit” di sekolah disebabkan oleh masalah behaviour atau mental disorder; karena bad parenting atau manifestasi dari insecure attachment.

Di sekolah anak yang “sulit” biasanya ditangani oleh konselor sekolah yang mungkin sudah dibekali teori dan praktek untuk menghadapinya. Namun, bertemu konselor waktunya terbatas. Di kelas gurulah yang harus menghadapi mereka sekian jam setiap hari. Banyak sekolah yang akhirnya “menyerah” dengan anak yang “sulit”, memberi mereka label atau diagnosa yang salah, dan secara tidak langsung mengubur harapan mereka untuk masa depan yang cemerlang.

Banyak anak yang “sulit” ini memiliki potensi yang luar biasa dan akan sangat berguna bagi masyarakat. Sebagian dari mereka adalah anak-anak gifted, yang karena intensitas intellektual dan emosional mereka sangat terdampak dari pola Insecure Attachment ini.

Buku yang saya temukan di Toko Buku di Oxford University ini (lihat foto) adalah alat yang bisa dipakai guru untuk men-support anak-anak dengan masalah emosional. Dilengkapi dengan background teori serta check list untuk bisa menidentifikasi pola behaviour anak-anak remaja (11-16 thn).

Bagi orangtua atau guru yang mungkin saat ini lelah, karena menghadapi anak yang sulit dan sedang mencari jawaban saya sarankan membaca buku ini. Atau yang silahkan inbox saya untuk diskusi yang lebih private.

Akhirnya sebuah quote dari Nelson Mandela berkata, “Our children are our greatest treasure. They are our future. Those who abuse them tear at the fabric of our society and weaken our nation”