Anak gifted sering memiliki asinkroni, bahkan ada yang definsi yang menyebutkan gifteness sebagai perkembangan asinkroni.

Asinkroni yang sering terjadi adalah perbedaan antara kapastias mental dan emosional. Seorang anak 10 tahun misalnya memiliki kapasitas intelektual setara orang dewasa namun emosional setara anak usia 8 tahun atau bisa lebih muda.

Apa yang menjadi penyebab asinkroni ini? Dalam buku “Dabrowski’s Theory of Positive Disintegration”, San Mendaglio, menjelaskan pemahaman teori ini. Dalam TPD, Dabrowski memperkenalkan sisi positif dari psikoneurosis. Psikoneurosis menurutnya sama dengan neurosis namun lebih tidak dimengerti oleh para orangtua dan edukator. Simptomnya antara lain adalah: enxiety, depression and internal conflict.

Bagi Dabrowski seseorang yang mengalami psikoneurosis memiliki potensi akselarasi dan perkembangan kepribadian yang tinggi. Mereka juga mengalami baik ekternal maupun internal konflik, serta kesulitan dengan lingkungan dan dirinya sendiri.

Ada beberapa tipe psikoneurosis yaitu : Anxiety, Depression, Obsession dan Infantile Psychoneurosis.

Salah satu bentuk psikoneurosis yang biasanya mengakibatkan asinkroni dari perkembangan mental dan emosional adalah ‘Infantile Psychoneurosis’.

Infantile PN dialami oleh anak-anak dengan intensitas emosi dan imajinasi yang terlalu besar. Anak-anak itu akan kelihatan tidak mature secara emosional dibandingkan dengan norma. Mereka sering dianggap ketinggalan dan tidak dewasa. Namun apa sebenarnya yang terjadi pada diri mereka bukan ketinggalan, melainkan akselerasi dari pengalaman mereka yang bergitu kaya.

Misalkan, sekelompok orang diundang pertemuan di satu lantai tertinggi suatu gedung yang baru. Sebagian besar orang menggunakan lift untuk bisa sampai tujuan dengan cepat. Namun ada orang-orang yang memilih untuk menggunakan eskalator. Tentu saja mereka ini akan memakan waktu lebih lama. Satu dari mereka karena rasa ingin tahu bahkan berhenti di setiap lantai untuk mengamati serta menikmati semua yang ada di lantai tersebut.

Jika gedung tersebut kita umpamakan sebagai stages dalam kehidupan kita, maka anak gifted dgn Infantile PN adalah ia yang memilih untuk berhenti dan mengamati setiap lantai gedung tersebut. Ia akan memiliki pengalaman dan pengetahuan yang lebih kaya tentang gedung tersebut.

Namun sayang, seringkali pengalaman ini belum waktunya untuk diketahui. Kematangan jiwa, anak tersebut belum mampu untuk mengolah stimulasi sehingga membuat mereka overwhelmed, cemas, depresi. Ia menghadapi stressor dan overstimulasi yang sangat banyak sebelum waktunya. Oleh sebab itu salah satu bentuk defense mechanism yang dipakai oleh anak-anak ini adalah menarik diri dan frustasi, isolasi diri, malas, prokrastinasi yang membuat mereka kelihatan lebih aneh lagi.

Bayangkan anak itu akhirnya sampai ke lantai yang dituju. Ketika ia bertemu dengan teman dan koleganya yang lain, dan menceritakan seluruh pengalaman serta insight yang telah ia dapatkan selama mengelilingi gedung tersebut. Yang mendengarkan sebagian terkesima, karena mereka tidak memiliki perspektif yang sama. Pengalaman dan pemahaman pun mereka berbeda. Mereka juga telah melewati semuanya itu tanpa tahu apa yang ada di dalamnya.

Sebagian orang mungkin tidak akan percaya padanya, menganggapnya aneh, sombong, berlebih-lebihan. Begitulah masyarakat kita memperlakukan orang-orang gifted dengan overexcitability.

Selanjutnya, pendidikan seperti apa yang dibutuhkan anak-anak yang memiliki infantile PN ini?

Anak itu harus dilayani secara individu. Mereka tidak dianggap sebagai anak yang memiliki gangguan atau kelainan namun sebagai anak yang memiliki potensi perkembangan yang luar biasa di masa yang akan datang. Education bagi mereka bukan berdasarkan usia kronologis atau intelektual, melainkan disesuaikan dengan perkembangan emosional dan imajinasional sensitifitasnya. Seorang anak gifted yang usia mentalnya sangat maju tapi tidak didukung oleh perkembangan emosi dan imajinasi yang seimbang tidak seharusnya ditempatkan pada kelas akselerasi!

***Kesimpulan: Anak-anak yang memiliki overexcitablity imajinasi dan emosi, kelihatan immature dan delay dalam emosional state mereka. Tapi tunggu dulu. Tidak selalu. Seringkali itu bukan delay, tapi ekspresi dari akselerasi perekembangan karena potensi yang yang sangat kaya, anak-anak ini membutuhkan waktu lebih lama untuk berkembang.