Noble Academy pada hari Sabtu tanggal 20 Oktober 2018 yang lalu, telah mengadakan seminar untuk orangtua, guru dan praktisi dengan topik memenuhi kebutuhan khusus anak Gifted yang disampaikan oleh Dr. Evy Tjahjono, psikolog dari Universitas Surabaya yang juga merupakan advisor Noble Academy.

Seminar dimulai dari pertanyaan Dr. Evy Tjahjono, mengapa anak gifted membutuhkan penanganan khusus? Hal tesebut untuk memberikan kesempatan bagi anak gifted untuk tumbuh dan berkembang sebagai pribadi yang seutuhnya agar segenap potensi yang dimiliki dapat terwujud menjadi prestasi yang unggul dan berkontribusi bagi pengembangan diri dan masyarakat.

Kemudian, muncul pertanyaan yaitu apa yang menjadi kebutuhan khusus anak gifted dan bagaimana memenuhi kebutuhannya? Dr. Evy Tjahjono menjelaskan bahwa anak gifted memiliki 4 kebutuhan utama, antara lain kebutuhan personal, kebutuhan sosial, kebutuhan belajar, dan kebutuhan orientasi karir.

Dalam kebutuhan personal, anak gifted butuh ketrampilan dalam memahami diri dan memahami dampak dari karakteristik dirinya sendiri sebagai anak gifted. Ditambah pula kemampuan dalam memahami perspektif orang lain serta peran diri sendiri dan orang lain. Juga, adanya struktur yang jelas dalam pengasuhan yang mengajarkan bagaimana mereka dapat mengenali emosi, merasakan isyarat fisik, relaksasi, bagaimana mengatur balance life, private place dan me time.

Kemudian, mereka juga memiliki kebutuhan sosial salah satunya adalah teman diskusi dengan minat dan kemampuan yang relatif setara, kesempatan mengalami dan berdiskusi terkait pengalaman afektif, mengikuti kelompok minat, berlatih soft skills untuk memulai interaksi  dan memelihara relasi.

Lalu, mereka juga mempunyai kebutuhan belajar berupa partner berpikir yang sepadan, masukan dari berbagai sumber belajar, dan belajar dalam kondisi riil. Lingkungan belajarnya pun perlu diatur sedemikian rupa untuk mendukung mereka, seperti adanya resource center, ketersediaan mentor dan pakar sesuai topik, serta dalam manajemen kelas mereka butuh keluwesan tapi tetap terstruktur, kurikulum yang didiferensiasi, diskusi aspek dari topik yang dapat diperdalam dan dibuat project based learning.

Dari kondisi internal pun, mereka juga perlu melatih memotivasi diri untuk memahami situasi belajar yang dihadapi dan menemukan aspek positif dari suatu situasi belajar. Selain itu, mereka perlu diajarkan komunikasi asertif untuk menyampaikan kebutuhan belajarnya kepada guru secara positif, serta dukungan motivasi, fasilitas, emosi dari guru dan orangtua.

Kebutuhan terakhir yang tak kalah pentingnya adalah kebutuhan dalam orientasi karir. Mereka perlu melakukan eksplorasi informasi karir yang bervariasi (dapat dimulai sejak tingkat SD kelas 3), studi tentang tokoh terkait karir yang ingin ditekuni, merumuskan impian dan memetakan kompetensi untuk mewujudkan impian yang tentunya memerlukan konseling untuk menentukan karirnya, dan jika dimungkinkan, menciptakan kesempatan untuk berinteraksi dengan pakar dalam bidang yang diminati (internship).

 

Sesi siang kali ini membahas tentang model pengayaan (enrichment) untuk anak Gifted mulai dari perencanaannya dan contoh-contohnya.

Dr. Evy Tjahjono menjelaskan bahwa program pengayaan itu adalah  program untuk mengembangkan potensi diri berdasarkan karakteristik khusus anak Gifted, memperkaya, memperluas dan mengembangkan pengetahuan/informasi, pemahaman, aplikasi dan integrasi, proses berpikir, strategi dan keterampilan, tampilan hasil karya (produk), serta sikap terhadap  pemikiran abstrak tingkat  tinggi dan/atau kinerja,  dengan tingkat kompleksitas kegiatan yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa.

Program pengayaan ini diperlukan karena anak Gifted memiliki kecepatan belajar tinggi, rasa ingin tahu besar dan minat luas, kritis dan kreatif, hasrat belajar kuat dan mendalam, serta peduli terhadap masalah kemanusiaan. Oleh karena alasan-alasan di atas itulah mereka perlu program pengayaan untuk membantu mereka mengaktualisasikan diri terutama dalam kemandirian belajar dan meningkatkan keterlibatan belajar.

Dr. Evy Tjahjono menambahkan bahwa pengayaan yang dibutuhkan oleh anak Gifted adalah pengayaan yang berorientasi pada proses, pengayaan yang berorientasi pada materi, dan pengayaan yang berorientasi pada produk.

Program pengayaan tersebut perlu dimulai dari tahap analisis kebutuhan, menentukan tujuan, menentukan materi, menentukan metode, menentukan evaluasi, dan menentukan lingkungan belajar.

Kemudian, untuk model yang cocok untuk pengayaan anak Gifted adalah menggunakan Enrichment Triad Model yang menekankan pentingnya belajar dalam situasi alamiah dan adanya interaksi antar tipe General exploratory activitie,  Group training activities,Individual and small group investigation of real problems.

Pada model tersebut proses belajar dirancang seperti kondisi di luar sekolah seperti stimulasi eksternal, rasa ingin tahu, dan adanya kepentingan memelajari topik menjadi titik tolak. Kemudian, produk yang bersifat menyelesaikan masalah riil menjadi esensial karena memunculkan  tujuan belajar yang lebih jelas, realitas, rasa puas, dan kesenangan dalam belajar.

Seminar ini diakhiri pada jam 15:00 setelah sesi tanya jawab dan diskusi dengan para seminar selama 30 menit berakhir.  Jika Anda memiliki pertanyaan seputar Gifted and Talented Education, Anda dapat menghubungi ibu Elly Kusumastuti melalui e-mail info@nobleacademy.id, telepon 021-3950-2274 (jam kerja dari hari Senin-Jumat) atau juga dapat mengakses website kami di www.noble.sch.id. Anda juga dapat mengunjungi sekolah kami (dengan membuat janji terlebih dahulu) yang berada di SOHO Capital 25th Floor, T.1-3, Podomoro City, Jl. Letjen S. Parman Kav. 28, Grogol, Jakarta Barat 11470.

Nantikan acara berikutnya yang diselenggarakan oleh Noble Academy terkait Gifted and Talented Education. Pastikan Anda terdaftar pada acara berikutnya.