Universitas top dunia seperti Oxford, Cambridge, Harvard, Stanford, adalah tujuan wisata bagi para orang tua dari berbagai belahan dunia yang membawa anak-anak mereka. Masuk universitas ternama bukan hanya sulit tetapi juga sangat mahal. Yang akan diterima di sana bukan cuma siswa yang intelligent atau yang very intelligent, tetapi yang super duper intelligent. Bukan hanya sekedar jadi bintang di sekolah, perfect score, punya banyak awards, tetapi mereka yang unik dan very special.

Banyak orangtua yang sudah tahu diri untuk tidak mencoba karena beberapa keterbatasan. Tetapi mengekspose anak-anak pada penddidikan kelas dunia untuk membuka cakrawala mereka tidak ada salahnya. Norman Vincent Peale berkata, “Shoot for the moon. Even if you miss, you’ll land among the stars”

Beberapa riset tentang peran orang tua atau keluarga bagi pencapain anak dari berbagai negara:

SUDAN (Adel A. Batterjee, at al, Intelligence and Education, Dec 2015)
Orangtua membantu berkembangnya giftedness anak-anak mereka dengan mengekspose mereka terhadap banyak budaya, buku, dan tutor. Orang tua juga menjadi model dalam hal belajar, menaruh high-expectation pada karir dan akademik serta memberi teladan pada etos kerja. Anak-anak yang memiliki IQ tinggi biasanya memiliki orangtua yang menekankan pada achievement.

SAUDI ARABIA (Sacha Daniel Han, et al, Characteristis of a Home Context for the Nurturing of Gifted Children in Saudi Arabia, Jan 2015)
Anak-anak yang academically talented selalu punya goal untuk mendapatkan terminal degree. Hanya sedikit dari mereka yang puas dengan gelar sarjana. Sejalan dengan nilai-nilai orang Asia bahwa aspirasi pendidikan anak merupakan refleksi dari ekspektasi orang tua.

TAIWAN (Ming Chuah Hsieh, A Survey in Mathematically Talented Students in Taiwan, Jan 2016)
Anak-anak yang talented di bidang Matematika memiliki background keluarga yang lebih baik, kemugkinan besar sudah diekpose dengan musik sejak dini dan mengikuti kursus/les setelah sekolah.

EROPA (Thomas P. Hbery, Longitudinal Case Study of Exceptional LEadership Talent, Oct 2018)
Factor-factor keluarga sangat krusial untuk membangun perkembangan psikologis dan memberi kontribusi bagi pekembangan anak-anak mereka sebagai leader.

More information ttng perang orang tua bagi perkembangan talent anak: https://www.researchgate.net/…/226827466_The_Role_of_the_Fa…

Sebenarnya riset hanya mengonfirmasi apa yang telah menjadi norma tentang peran orangtua bagi pendidikan anak di masyarakat kita. Kita bisa melihat bahwa orangtua yang sangat menghargai pendidikan, memiliki ekspektasi yang tinggi bagi achievement anak, serta memberi kemudahan bagi anak-anak mereka mengakses pendidikan yang bermutu akan memengaruhi keberhasilan pendidikan anak-anak mereka di kemudian hari.

Sejak kecil, para orang tua ini sudah menciptakan habitat yang subur sebagai learning environment anaknya, antara lain: mendorong anaknya menjadi pencinta buku, menyediakan mainan yang edukatif, menunda memperkenalkan anak mereka pada gadget atau teknologi sampai anak mereka lebih matang, mengajarkan anak-anak mereka berpikir terbuka dan menghargai perbedaan, mencari sekolah yang menunjang perkembangan kreatifitas dan fleksibilitas, memberi les atau kursus tambahan terutama di bidang yang diminati anaknya.